JAKARTA - Kawasan Jalan WR Supratman di Pekanbaru kini bertransformasi menjadi pusat kuliner musiman yang memanjakan lidah para pemburu takjil setiap sore hari selama Ramadan. Kehadiran pasar kaget ini menjadi magnet bagi ribuan warga yang ingin mencari berbagai hidangan berbuka puasa dengan pilihan yang sangat beragam dan harga terjangkau. Suasana ramai dan penuh kehangatan sangat terasa di lokasi ini, menjadikannya salah satu ikon wisata kuliner tahunan yang paling dinantikan masyarakat pada Rabu 25 Februari 2026.
Beragam Pilihan Menu Tradisional Yang Menggugah Selera Pengunjung
Sejak pukul 15.00 WIB, para pedagang sudah mulai menggelar lapak mereka dengan berbagai menu andalan mulai dari minuman segar hingga makanan berat khas Melayu. Masyarakat dapat menemukan berbagai macam es, seperti es tebu, es buah, hingga kolak pisang yang manisnya sangat pas untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa. Aroma harum dari penganan tradisional seperti kue talam, ketan srikaya, dan gorengan hangat tercium semerbak di sepanjang jalan, menarik minat siapa pun yang melintas di sana.
Selain kudapan ringan, Pasar Ramadan WR Supratman juga menyediakan berbagai lauk pauk matang yang memudahkan ibu rumah tangga dalam menyiapkan hidangan berbuka untuk keluarga. Ikan bakar, gulai asam pedas, hingga rendang menjadi primadona yang sering kali ludes terjual dalam waktu singkat karena cita rasanya yang sangat autentik dan lezat. Kualitas rasa yang terjaga serta kebersihan lokasi yang cukup baik membuat para pelanggan setia selalu kembali ke pasar ini setiap harinya selama bulan suci berlangsung.
Dampak Ekonomi Positif Bagi Para Pelaku UMKM Lokal Pekanbaru
Kehadiran pasar Ramadan ini tidak hanya memuaskan selera masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menggerakkan roda perekonomian para pelaku usaha mikro kecil menengah. Banyak warga setempat yang memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan berjualan kreativitas kuliner mereka yang unik dan berbeda dari tempat lain di kota. Pada Rabu 25 Februari 2026, volume transaksi di pasar ini terpantau meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu, menunjukkan daya beli masyarakat yang tetap kuat dan stabil.
Para pedagang mengaku sangat terbantu dengan adanya pengorganisasian lokasi yang rapi sehingga pembeli dapat bertransaksi dengan nyaman tanpa terganggu arus lalu lintas yang terlalu padat. Pemerintah kota setempat juga memberikan dukungan dengan memantau stabilitas harga agar tetap ramah di kantong masyarakat luas, terutama bagi para mahasiswa dan pekerja kantoran. Sinergi antara pedagang dan pemerintah daerah menciptakan ekosistem bisnis musiman yang sehat, transparan, serta saling menguntungkan bagi seluruh pihak yang terlibat di dalam kegiatan tersebut.
Suasana Keakraban Sosial Di Tengah Perburuan Takjil Sore Hari
Pasar Ramadan WR Supratman bukan sekadar tempat jual beli, melainkan juga menjadi ruang interaksi sosial bagi warga Pekanbaru dari berbagai latar belakang status sosial. Momen ngabuburit di tempat ini sering kali dijadikan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan teman lama atau sekadar berbincang santai sambil mengantre pesanan makanan favorit mereka masing-masing. Kehangatan sapaan para pedagang dan keramahan antar pengunjung menciptakan suasana kekeluargaan yang kental, memperkuat rasa kebersamaan di bulan yang penuh berkah dan ampunan ini.
Anak-anak hingga orang dewasa terlihat antusias memilih jajanan, menciptakan pemandangan warna-warni dari kemasan makanan yang menggugah selera di bawah sinar matahari sore yang mulai meredup. Fenomena ini menjadi bukti bahwa pasar tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat meskipun pusat perbelanjaan modern kini menjamur di berbagai sudut kota Pekanbaru. Kearifan lokal yang terjaga melalui penyajian menu-menu khas daerah menjadi daya tarik tersendiri yang tidak dapat ditemukan di tempat lain selain di pasar Ramadan ini.
Pentingnya Menjaga Kebersihan Dan Ketertiban Di Kawasan Pasar
Meskipun antusiasme pengunjung sangat tinggi, pihak pengelola dan instansi terkait terus mengimbau agar semua pihak tetap menjaga kebersihan lingkungan di area Jalan WR Supratman. Penyediaan kantong sampah di beberapa titik strategis diharapkan dapat mencegah penumpukan limbah plastik bekas kemasan makanan agar kawasan tersebut tetap asri dan nyaman dipandang mata. Kesadaran kolektif dari para pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi kunci utama keberlangsungan kenyamanan pasar kaget ini hingga akhir masa Ramadan nanti.
Selain kebersihan, pengaturan lahan parkir juga menjadi perhatian serius petugas guna menghindari kemacetan panjang yang dapat mengganggu akses bagi pengguna jalan umum lainnya yang melintas. Petugas keamanan dan perhubungan bersiaga di setiap sudut jalan untuk mengarahkan kendaraan agar tetap tertib dan tidak menghalangi jalur utama distribusi logistik di kota Pekanbaru. Rabu 25 Februari 2026 menjadi momentum di mana ketertiban dan kenyamanan berpadu dengan kegembiraan masyarakat dalam menyambut waktu berbuka puasa dengan penuh rasa syukur dan sukacita.
Harapan Masa Depan Untuk Pengembangan Wisata Kuliner Ramadan
Masyarakat berharap agar Pasar Ramadan WR Supratman dapat terus dipertahankan dan dikelola secara lebih profesional di tahun-tahun mendatang agar menjadi destinasi wisata unggulan daerah. Potensi kuliner Riau yang sangat kaya perlu terus dipromosikan melalui wadah pasar seperti ini agar semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang berkunjung. Inovasi dalam penyajian dan kemudahan sistem pembayaran digital mulai diterapkan oleh beberapa pedagang guna mengikuti perkembangan zaman dan memudahkan proses transaksi bagi para pembeli muda.
Dengan manajemen yang baik, surga takjil ini diprediksi akan terus menjadi pilihan utama warga Pekanbaru untuk berburu hidangan berbuka setiap musim Ramadan tiba di masa depan. Setiap tahunnya, pasar ini selalu membawa cerita baru tentang kerja keras para pedagang dan kegembiraan para pemburu takjil dalam merayakan tradisi keagamaan yang penuh makna. Pasar Ramadan WR Supratman adalah bukti nyata bahwa kuliner dapat menjadi pemersatu bangsa sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan yang sangat tangguh di tengah dinamika perubahan global.